Proses pengeboran minyak bumi

Jika cadangan minyak bumi positif pada suatu lokasi maka proses pengeboran mulai di lakukan. Berikut ini bagian bagian peralatan Rig yang digunakan untuk mengebor di daratan.

  1. Hoist attachment (1), Derrick (2), Traveling block (3), Hook (4), Injection head (5), Mud injection column (6), Turntable driving the drilling pipes (6), Winches (7), Motors (8), Mud pump (9), Mud pit (10), Drilling pipe (11), Cement retaining the casing (12), Casing (13), Drill string (14), Drilling tool (15).
  2. Rig digunakan untuk mengebor dengan kedalaman 2000 sampai 4000 meter tapi ada juga yang sampai 6000 meter. Rig dilengkapi mata bor dengan diameter 20 sampai 50 sentimeter. Mata bor ini yang berputar menembus perut bumi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Peralatan Penyemenan

Proses penyemenan terdiri dari pencampuran air dengan semen dalam perbandingan tertentu dan dengan additive tertentu pula. Pendorongan semen dapat dilakukan dengan sistem sirkulasi ke belakang casing, ditekan masuk ke formasi atau ditempatkan sebagai suatu plug atau sumbat pada lubang yang tidak merupakan perforasi completion (misalnya disini open hole completion). Peralatan penyemenan pada dasarnya dibagi menjadi dua bagian, yaitu peralatan di atas permukaan (surface equipment), dan peralatan bawah permukaan.

1. PERALATAN DI ATAS PERMUKAAN

Peralatan penyemenan terdapat di atas permukaan meliputi Cementing unit, Flow line, dan Cementing head.

A. Cementing Unit

Cementing unit adalah merupakan suatu unit pompa yang mempunyai fungsi untuk memompakan bubur semen (slurry) dan lumpur pendorong dalam proses penyemenan. Cementing Unit terdiri dari :
• Tanki Semen Untuk menyimpan semen kering.
• Hopper Untuk mengatur aliran dari semen kering agar merata.
• Jet Mixer Mixer yang umum digunakan sekarang ini adalah jet mixer dimana dipertemukan dua aliran yaitu bubur semen dan air yang ditentukan melalui venturi agar dapat mengalir dengan deras dan dapat menghasilkan turbulensi, yang dapat menghasilkan pencampuran yang baik dan benar-benar homogen. Densitas slurry dapat diukur dengan mud balance
• Motor penggerak pompa dan pompa semen berfungsi untuk memompa bubur semen. Jenis-jenis sementing unit :
1. Truck mounted cementing unit
2. Marine cementing unit
3. Skit mounted cementing unit Mengontrol rate dan tekanan, jenis pompa dapat berupa duplex double acting piston pump dan single acting triplex plunger pump. Plunger pump lebih umum dipakai karena slurry dapat dikeluarkan dengan rate yang lebih uniform dan tekanannya lebih besar.
http://blog.unsri.ac.id/darajat/teknik-pemboran/8.peralatan-penyemenan/mrdetail/66/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Catharanthus roseus

I.I Sejarah
Tanaman ini mempunyai reputasi sebagai obat tradisional penyakit diabetes, tetapi kemudian khasiat ini tidak dapat dibuktikan, bahkan peneliti Kanada (1955-1960) menemukan bahwa ekstrak daunnya menyebabkan leukopenia pada tikus. Pengamatan ini memberi inspirasi kepada peneliti di Eli Lilly and Company untuk menyelidiki tanaman ini secara intensif khususnya khasiat dari isolasinya untuk terapi kanker. Dari usaha ini, ditemukan 6 alkaloid yang sekarang telah diperdagangkan.

Catahranthus adalah contoh tanaman yang diperkenalkan ke dalam dunia kedokteran melalui senyawa murni yang diisolasi dan bukan sediaan galeniknya. Selain dari daun, dari akarnya pun telah berhasil diisolasi 90 jenis alkaloid indol beberapa diantaranya seperti ajmalisin, loknerin, serpentin dan tetrahidroalstonin, yang ditemukan di dalam genus lain tetapi masih dalam suku yang sama. Yang sangat menarik adalah ada segolongan alkaloid dimer yang mempunyai aktivitas antineoplastik diantaranya leurokristin (Vinkristin=LC) dan vinkaleukoblastin (vinblastin). Vinblastin tersusun dari komponen alkaloid indol katarantin dan alkaolid dihidroindol vindolin. Keduanya terdapat bebas diantara tanaman. Karena alkaloid tersebut dibutuhkan untuk pengobatan, akhirnya diproduksi secara komersial. Contoh obat yang memanfaatkan alkaloid Catharanthus roseus yaitu Velban® (Vinkristin sulfat) dan Oncovin® (Vindesin).

I.2 Budidaya
I.2.1 Budidaya
Karena permintaan yang cukup banyak, tapak dara dibudidayakan di berbagai negara meliputi Madagaskar, Australia, Afrika selatan, Amerika selatan, India barat, Eropa, India, dan Amerika serikat bagian selatan.

Perbanyakan tanaman melalui biji. Tapak dara biasanya diperbanyak dengan bijinya yang lembut. Cara memperbanyak tanaman ini meliputi :
a. Sediakan biji-biji yang tua, lalu semaikan pada suatu tempat persemaian. Masukkan biji ke dalam tanah, lalu tutup dengan lapisan tanah setipis tebal bijinya. Persemaian disiram setiap hari.
b. Bila biji-biji mulai tumbuh, dan tingginya sudah mencapai sekitar 15 – 20 cm, segera pindahkan ke tempat yang diinginkan. Jika ingin ditanam dalam pot, tentu perlu disiapkan pot dan media tanamnya. Pot bisa dari tanah liat, semen, atau kaleng bekas. Media tanamnya berupa campuran tanah subur, kompos, dan pupuk kandang (2 : 1 : 1). Bibit langsung ditanam, dan setelah itu diletakkan di tempat teduh.
c. Seminggu kemudian, ditempatkan di tempat terbuka. Jika ingin ditanam di kebun pekarangan, perlu dibuat lubang tanah berukuran
15 x 151 x 15 cm, dengan jarak di antara lubang 50 cm. Tiap lubang diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 1,5 kg. Masukkan bibit ke dalam lubang, lalu timbun dengan tanah, dan siram.
Perawatan tapak dara tidak menuntut perawatan khusus. Tanaman cukup disiram dan diberi pupuk,. Pada awal pertumbuhan, gunakan pupuk yang kandungan nitrogennya tinggi, atau pupuk daun yang disemprotkan pada permukaan bawah daun di pagi hari. Kemudian, untuk merangsang pembungaan saat tanaman bebunga, gunakan pupuk yang memiliki kandungan fosfor tinggi.
Tapak dara juga dapat diperbanyak secara vegetativ dengan cara greenwood atau pemotongan akar semi matur dalam kontainer tertutup dalam suhu rendah.

I.3 Penggunaan
I.3.1 Efek terapeutik
Alkaloid yang diekstraksi dari aerial tanaman tapak dara diperdagangkan dalam bentuk garamnya untuk diipergunakan secara intravena. Vindesin dan vinorelbin merupakan derivat semisintesis vinblastin yang diperdagangkan dalam bentuk larutan injeksi sulfat dan bitartrat. Harga vinkristin telah dilaporkan bahwa mencapai lebih dari US$ 200.000/kg pada tahun 1993 dengan konsumsi pasar sekitar 250-300 kg atau setara dengan US$ 50-80 juta.

Vinblastin dan vinkristin, alkaloid pada Catharanthus roseus, biasa digunakan untuk terapi antikanker pada kasus leukemia limfotik dan penyakit Hodgkin. Vinkristin juga digunakan untuk pengobatan kanker bronkus, nefroblastoma leukemia limfotik pada anak-anak dan limfoma pada orang dewasa. Vinkristin mempunyai efek kurang toksik daripada vinblastin dan memiliki aplikasi terapeutik yang lebih luas. Aplikasi dalam kemoterapi, vinkristin (sulfat) dapat diberikan sesuai dosis normal (orang dewasa) yaitu 1-1,4 mg /m2 luas permukaan tubuh seminggu sekali atau sebulan sekali.

Vinblastin dimanfaatkan untuk terapi karsinoma testis, sarkoma kaposi, koriokarsinoma, dan beberapa kasus histisitosis (khususnya sindrom Lettersiwe). Dosis normal vinblastin pada orang dewasa adalah 4-6 mg/m2 luas permukaan tubuh setiap minggu.

.Vindesin adalah derivat semisintetik dari vinblastin yang mempunyai indikasi untuk pengobatan leukemia limfatik akut (khususnya pada anak-anak), limfoma refraktori dan melanoma. Vindesin memiliki sifat neurotoksik lebih kecil daripada vinkristin dan vinblastin. Penggunaan dosis tunggal normal vindesin adalah 3 mg/m2 luas permukaan tubuh setiap 7-10 hari setiap bulan.

Vinorelbin efektif menyerang sel kanker paru-paru dan payudara. Percobaan secara klinis menunjukkan hasil yang menjanjikan. Alkaloid semisintetik ini menghasilkan tingkat remisi yang tinggi pada pasien limfatik akut dan leukemia granulotik akut. Alkaloid ini juga lebih efektif untuk pengobatan kanker payudara daripada vinkristin dan vinblastin. Dosis vinorelbin untuk pengobatan tersebut adalah 25-30 mg/m2 luas permukaan tubuh pada monoterapi.

Preparat ajmalisin, salah satu alkaloid pada tapak dara, dapat digunakan untuk terapi psikologis dan masalah kepribadian, masalah sensorik, gangguan serebrovaskuler, dan trauma kranial.

I.3.2 Pengobatan tradisional
Daunnya dimanfaatkan untuk pengobatan oliguria, hematuria, diabetes mellitus, gangguan menstruasi dan leukemia. Campuran akar dan daun Catharanthus roseus untuk pengobatan hipertensi dan vasodilatasi serebral. Ekstrak daunnya juga dapat digunakan sebagai antiseptik, menghentikan pendarahan dan pembersih mulut. Akarnya merupakan sumber ajmalisin yang berkhasiat untuk meningkatkan aliran darah ke otak dan bagian tubuh lainnya.

I.3.3 Penggunaan secara ethnofarmakologis
Catharanthus roseus dilaporkan sebagai astringen, diaphoretik, ekbolik, emmenagogue, halusinogen, sakit kepala, tonik, febrifuge (dekokta akar), penyembuhan desentri; digunakan sebagai purgativ pada konstipasi kronik, dispepsia dan indisgesti (daun); digunakan untuk rematik, dan menorrhagia, pengobatan diabetes; digunakan sebagai dismenorrhea; pengaturan tekanan darah dan menstruasi; vermifuge (akar) dan antidiare (daun).

BAB II

II.1 Klasifikasi
Klasifikasi bunga tapak dara ini adalah:
Kingdom: Plantae (tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub-kelas : Asteridae
Ordo : Gentianales
Familia : Apocynaceae
Genus : Catharanthus
Spesies : Catharanthus roseus (L.) G. Don
II.2 Tata nama
Nama tanaman : Catharanthus roseus (L.) G Don Sinonim : Vinca rosea L., Lochnera rosea (L) Reichenb. Ex Endl
Nama umum
Nama Indonesia: kembang tembaga, bunga tembaga, tapok doro, kembang bogor,bunga sedodu, kembang suri cina
Nama asing : red periwinkle, pink periwinkle, rosy-flowered Indian periwinkle, bόng dùa, hoa hài dãng, truòng, xuân hoa, phjãc pót dông, Catharanthus roseus juga dikenal diberbagai negara dengan nama yang beragam, berikut ini tabel nama asing Catharanthus roseus.

Tabel nama asing Catharanthus roseus

No Nama Negara No Nama Negara
1 Ainskati India 19 Nichinich-so Jepang
2 Atay-biya Filipina 20 Ninfa Meksiko
3 Billaganneru India 21 Nityakalyani India
4 Boa-noite Brazil 22 Old maid West Indies
5 Brown man’s fancy West Indies 23 Patti-poo Srilanka
6 Caca poule Dominika 24 Periwinkle Guyana, Jamaika, Filipina, USA, West Indies, Guyana prancis
7 Chatilla Guatemala 25 Phaeng phoi farang Thailand
8 Chavelita Peru 26 Pink flower West Indies
9 Chichirica Filipina 27 Ram goat rose West Indies
10 Congorca Brazil 28 Rattanjot India
11 Consumption Bush West Indies 29 Sada Bahar Pakistan
12 Dùa can Vietnam 30 Sadaphul India
13 Kantotan Filipina 31 Sailor’s flower West Indies
14 Liluvha Venda 32 Saponaire Rodrigues Island
15 Madagascar periwinkle Madagaskar 33 Tiare-tupapaku- kimo Cook Island
16 Maua Kenya 34 Tsisirika Filipina
17 Mini-mal Srilanka 35 Ushamanjairi India
18 Nayantara Bangladesh 36 White tulip West Indies
BAB III

III.1 Morfologi tanaman

Tapak dara merupakan tanaman herba/semak yang tegak, hidup lama, tinggi 0,2-0,8 m dan mengandung getah. Batangnya mengandung getah berwarna putih susu, berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas, bercabang, dan berambut sangat lebat. Daun bersusun berhadapan, bertangkai pendek, memanjang bulat telur dengan pangkal serupa baji dan ujung tumpul panjang 2 – 6 cm, lebar 1 – 3 cm, dan tangkai daunnya sangat pendek. Bunganya muncul dari ketiak daun. Kelopak bunga kecil, berbentuk paku. Mahkota bunga berbentuk terompet, dan ujungnya melebar. Tepi bunga datar, terdiri dari taju bunga berbentuk bulat telur, dan ujungnya runcing menutup ke kiri. berbunga sepanjang tahun, berbentuk tubular, panjang 1,5-4 cm, lebar 5 cm memiliki 5 mahkota kecil. Bunga berwarna violet, merah rosa, putih (var. albus), putih dengan bintik merah (var. ocellatus), ungu, kuning pucat. Buahnya berbentuk silindris, ujung lancip, berbulu, panjang sekitar dengan panjang folikel 1-4 cm hijau dan berbiji banyak tanpa rambut gombak. Bijinya mempunyai panjang 1-2mm berbentuk persegi panjang, hitam, kotiledon datar, endosperm kecil. Panjang akar dapat mencapai 70 cm.

Gambar 2. Morfologi tanaman tapak dara bagian atas

Gambar 3. Tapak dara tampak samping

III.2 Habitat
Tapak dara tumbuh di tempat yang berpasir tapi juga dapat tumbuh di pinggir sungai, vegetasi savanna dan tempat kering, di hutan. Tapak dara merupakan tanaman yang memiliki toleransi tinggi terhadap garam sehingga sebagian besar ditemukan di dekat laut tapi seringkali ditemukan hingga 1500 m di atas permukaan laut. Tapak dara dapat hidup di lingkungan yang tidak terlalu panas.

III.3 Penyebaran
Catharanthus roseus berasal dari Madagaskar dan penyebaran meliputi Amerika tengah, Brazil, Afrika tengah Indonesia, Florida, Thailand , Taiwan dan Eropa.

BAB IV

IV.1 Identifikasi Makroskopik
Helaian daun berwarna hijau, bentuk memanjang atau bundar telur, panjang 2,5-9 cm, lebar 1,5-2,5 cm, ujung daun terdapat bagian meruncing kecil, pangkal daun runcing ada juga yang tumpul atau membundar tepi daun rata, permukaan atas agak mengkilat, pada kedua permukaan terutama permukaan bawah terdapat rambut-rambut halus. Tulang daun menyirip, tulang daun utama menonjol ke bagian permukaan bawah daun. Tangkai daun pendek.

IV.2 Identifikasi Mikroskopik
Pada penampang melintang melalui tulang daun tampak epidermis atas dan bawah terdiri dari satu lapis sel bentuk empat persegi panjang, kutikula tipis; pada pengamatan paradermal tampak sel epidermis atas bentuk polygonal dengan dinding antiklinal rata, epidermis bawah dengan dinding antiklinal berkelok. Stomata terdapat pada kedua epidermis, lebih banyak terdapat pada epidermis bawah, tipe anomositik. Terdapat rambut penutup berbentuk kerucut panjang dengan kutikula tebal, bersel 1 sampai 4, ada juga rambut pendek dengan ujung tumpul. Mesofil meliputi jaringan palisade terdiri dari satu lapis sel berbentuk silindrik panjang, jaringan bunga karang terdiri dari beberapa lapis sel bentuk bundar atau lonjong, banyak rongga udara terdapat sel getah dan trakea dengan penebalan bentuk spiral. Pada tulang daun terdapat berkas pembuluh tipe bikolateral, di bagian bawah berkas pembuluh terdapat serabut berdinding tebal dan berlignin; kolenkim terdapat di bagian bawah parenkim tulang daun.

Serbuk berwarna hijau. Fragmen pengenal adalah fragmen epidermis atas bentuk polygonal, fragmen epordermis bawah dengan dinding antiklinal berkelok, stomata tipe anomositik, rambut penutup, sel getah, fragmen pembuluh dengan penebalan bentuk spiral.

IV.3 Identifikasi kimia
Identifikasi kimia serbuk daun tapak dara dapat dilakukan dengan berbagai cara berikut ini cara identifikasinya.

a. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes H2SO4 pekat; terjadi warna coklat kemerahan.
b. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes HCl pekat; terjadi warna hijau kekuningan
c. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes CH3COOH pekat; terjadi warna hijau kekuningan
d. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes HNO3 P 25 % v/v; terjadi warna coklat
e. Pada 500 mg serbuk daun maserasi dengan 10 ml eter selama 2 jam saring. Uapkan filtrate dengan cawan penguap, pada residu tambahkan 2 tetes asam asetat anhidrat pekat dan 1 tetes asam sulfat pekat; terjadi warna hijau ungu.
f. Timbang 500 mg serbuk daun tambahkan 1 ml asam klorida 2 N dan 9 ml air, panaskan di atas penangas air selam 2 menit, dinginkan dan saring. Filtrat dikocok dengan 3 ml ammonia P dan 10 ml campuran 3 bagian eter P dan 1 bagian kloroform P. Ambil fase organik, tambahkan natrium sulfat anhidrat P, saring. Uapkan filtrate di atas penangas air, residu larutan dengan methanol secukupnya hingga diperoleh 5 ml larutan. Pada titik pertama dari lempeng KLT tutulkan 20 l larutan di atas, pada titik kedua tutulkan 10l larutan pembanding striknina nitrat dalam metanol P.elusi dengan campuran : kloroform P-dietilamin P (90+10) dengan jarak rambat 15 cm, amati dengan sinar biasa dan sinar ultraviolet 366 nm. Semprot lempeng dengan Dragendorff LP, amati dengan sinar biasa dan sinar ultraviolet 366 nm. Pada kromatogram tampak bercak dengan warna dan hRx sebagai berikut:

No hRx Dengan sinar biasa Dengan sinar UV 366 nm
Tanpa reaksi Dengan pereaksi Tanpa reaksi Dengan pereaksi
1 4-8 kuning jingga kuning -
2 8-10 kuning jingga merah jingga -
3 10-15 kuning jingga Biru ungu -
4 19-24 - jingga kuning -
5 24-28 - jingga kuning -
6 29-33 - - ungu ungu
7 55-59 Kuning muda jingga - -
8 64-69 - jingga kuning -
9 85-89 kuning - biru -
10 96-102 kuning jingga ungu -
11 102-106 kuning jingga kuning -
Catatan : harga h Rx dihitung terhadap bercak jingga dari kromatogram pembanding striknina nitrat. Harga bercak berwarna jingga lebih kurang 87

BAB V

V.1 Kandungan kimia
Tapak dara mempunyai sekitar 100 senyawa dengan struktur indol atau dihidroindol yang merupakan turunan senyawa asam amino triptofan. Konstituen utama adalah vindolin yang mencapai 0,5 %; senyawa mayor adalah serpentin, katarantine, ajmalisin (raubasin), akuammin, loknerin, dan tetrahidroalastonin. Ajmalisin dan serpentin terdapat pada akar bahkan katarantin dan vindolin terakumulasi pada bagian aerial. Bagian aerial mengandung 0,2-1% alkaloid.
Minyaknya mengandung sitronellil asetat, senyawa alifatis b10 110-12º, kadinene, substansi solid m.p. 220º, aldehid, substansi menyerupai jarum, m.p. 195-210º, 2-heptanol, dan sejumlah konstituen berwarna. Banyak senyawa ditemukan dari Catharanthus roseus. Berikut ini tabel senyawa pada Catharanthus roseus.

. Tabel kandungan senyawa pada Catharanthus roseus

No Senyawa No Senyawa No Senyawa
1 Ajmalisin 27 Akuammisin 53 Rodivin
2 Akuammin 28 Aldehid 54 Sekologanin
3 Alstonin 29 Amokalin 55 Serpentin
4 Karosidin 30 Katarosin 56 Sisirikin
5 Karosin 31 Katarantin 57 Tabasonin
6 Katarisin 32 Katarin 58 Tetrahidroalstonin
7 Katarosin 33 Katovalin 59 Tetrahidroserpentin
8 Kavinsidin 34 Kavinsin 60 Triptamin
9 Deasetilvinkaleu-
koblastin 35 Deasetilvindolin 61 Asam ursolik
10 N-deformil-
vinkristin 36 14,15-dehidrositsirikin 62 Vinapamin
11 19-hidroksitabersonin 37 Isoleurodin 63 Vinaspin
12 Isositrisirikin 38 Leurokristin 64 Vinblasin
13 Leurosinon 39 Leurosivin 65 Vinkamisin
14 Loknerisin 40 Loknerin 66 Vinkamin
15 Loknerinin 41 Loknerivin 67 Vinkarodine
16 Loknerallol 42 Lokrenol 68 Vinkasitin
17 Lokrovidin 43 Lokrovin 69 Vinsein
18 Loganin 44 Maandrosin 70 Vinkolidin
19 Mitraphillin 45 Neoleukristin 71 16-epi-19S-vindolidin
20 Neoleurosidin 46 Perikallin 72 Vindorosin
21 Permividin 47 Perivin 73 Vinosidin
22 Perosin 48 Pleurosin 74 Vinsedesin
23 Reserpin 49 Roseosid 75 Vinsesin
24 Rosisin 50 Rovidin 76 Virosin
25 Δ-yohimbin 51 Phenolik resins 77 Asam rinoleat
26 Sterol 52 Tanin 78 Flavonoid

Gambar 8. Struktur alkaloid

V.1I Cara Isolasi
Catharanthus roseus adalah contoh tanaman obat yang baru diperkenalkan beberapa tahun terakhir dan biasa digunakan untuk isolasi substansi murni daripada preparat galenik. Ekstraksi sampel Catharantus roseus dengan 90 aquaeous metanol menghasilkan ekstrak kotor yang mengandung 70 % campuran vinblastin, leurosin, dan leurokristin yang lebih cepat dimurnikan dengan kristalisasi garam sulfat dalam etanol dan akhirnya konstituen-konstituen dipisahkan secara kromatografi.

100 kg bahan kering diekstraksi dengan 1400 l.90 aquaeous metanol, ekstrak dikonsentrasikan hingga 140-50 l, diasamkan dengan H2SO4 hingga pH 2, disaring, diekstraksi dengan C6H6, dibasakan dengan NH4OH hingga pH 8,5-9,0 dan diekstraksi dengan untuk menghasilkan sekitar 700 gr produk. Kemudian dipisahkan dengan ≤10%H2SO4 dalam etanol hingga pH 4,0-5,0, larutan ditaburi dengan vinblastin sulfat dan menambahkan 20-100 gr garam sulfat yang jika dilakukan kromatografi menghasilkan 13-63 gr I sulfat, 5-17 gr leurosin dan 0,3-1,5 g leurokristine sulfat.

Produksi senyawa aktif tapak dara dapat dilakukan secara invitro. Kultur suspensi sel dapat dilakukan pada medium. Gramborg B5 atau medium LS yang mengandung 2 mg/l asam naftalen asetat, 0,2 mg/l kinetin, dan 30 g/l sukrosa dengan suhu 250 C dan pengocokan konstan. Kultur suspensi sel tapak dara menghasilkan berbagai macam alkaolid monoterpen. Alkaloid pada akar dan kultur tunas sama dengan bagian aerial tanaman.

Ajmalisin, serpentin dan dan katantin merupakan senyawa mayor. Serpentin yang dihasilkan melalui kutur sel sebanyak 2 %, lebih banyak daripada seluruh bagian tanaman yang hanya 0,3 %.

Alkaloid vinblastin dan vinkristin biasanya tidak terdeteksipada kultur sel sehingga fokus produksi beralih pada katarantin dan vindolin yang dipergunakan sebagai prekursor pada sintesis tersebut. Walaupun demikian, percobaan produksi vindolin terlihat tidak stabil pada kultur sel. Rendaknya akumulasi vindolin dalam kutur sel berhubungan dengan rendahnya ekspresi enzim yang mengkatalisis pada akhir tahap biosintesia vindolin diinduksi.

Kultur tunas dari tanaman bibit memproduksi vindolin dan katarantin pada level tinggi. Medium Murashige dan Skoog tersuplementasi denagn 7 mg/l benziladenin dan 1 mg/l asam α-naftalen asetat menstimulasi kuat pembentukan tunas sedangakan medium yang tersuplementasi dengan 2,4 asam diklorofenoksiasetat menekan pembentukan tunas.

Metode lainnya untuk memprodukasi vindolin yaitu dengan kultur akar berambut pilihan. Ini dapat dilakuakn dengan cara menginfeksi bibit dengan Agrobacterium rhizogenes. Beberapa klon tidak hanya menunjukkan adanya produksi ajmalisin, serpentin dan katarantin tapi juga vindolin yang jumlahnya 3 kali lipat daripada kultur suspensi sel.

Senyawa 3’,4’-anhidrovinblastin adalah zat antara utama pada kopling antara katarantin dan vindolin membentuk vinblastin (vinkaleukoblastin = VLB). Senyawa ini berhasil diisolasi dari tanaman segar maupun dari kultur suspensi sel dan pembentukannya dari monomer dipercepat oleh isozim peroksidase yang diisolasi dari kultur suspensi sel Catharanthus roseus dan juga dari peroksidase lobak. Karena jumlahnya sangat sedikit (di dalam simplisia hanya 0,0002%), dibutuhkan sangat banyak bahan untuk diisolasi (untuk memperoleh 1 gram alkaloid murni vinkristin dibutuhkan 500 kg bahan kering) Selain itu, dilaporkan bahwa dari bunganya juga berhasil diisolasi alkaloid indol.

V.3 Penggunaan secara tradisional
Aplikasi secara tradisional harus tetap dalam pengawasan dokter dan tidak direkomendasikan bagi wanita hamil.

V.3.1 Antidiabetes
Buat infus dari daun Catharantus roseus (5 gram), dengan menambahkan 110 ml, rebus hingga tersisa 100 ml. Minum sekali sehari selama 14 hari.
V.3.2 Antihipertensi
Sekitar 5 g Catharantus roseus, 7 g curcuma rhizome direbus dengan 110 ml air. Rebus hingga air yang tersisa 100 ml. Minum 100 ml sekali sehari selama 14 hari.

Penggunaan secara tradisional lainnya yang dimanfaatkan secara oral Berikut ini tabel pengunaan Catharantus roseus secara tradisional di berbagai Negara.

Tabel pengunaan Catharantus roseus secara tradisional

No Penggunaan Khasiat Negara pengguna
1 Ekstrak dari air panas dan daun kering a. Mengobati menorrhagia, hodgkin’s disease, amenorrhea, diabetes dan cholagogue
b. Memberi efek euphoria Australia, Cook Island, Dominika, , Prancis, Guyana prancis, India, Mozambique, Afrika selatan, Thailand, USA,
2 Ekstrak dari air panas dan akar Mengobati febrifuge Filipina,
3 Dekokta dari akar kering a. Mengobati demam, malaria, sakit perut, emmenagogue, dysmenorrhea dengan aliran kecil.
b. Mengakibatkan aborsi Brazil, India, Kenya,
4 Ekstrak bagian aerial tanaman dengan air Melancarkan menstruasi Cina, Vietnam utara,
5 Dekokta daun kering Mengobati diabetes, hipertensi, antigalactagogue, dan kanker Eropa
6 Ekstrak dari seluruh tanaman dan air panas Mengobati sakit jantung, leishmaniasis, sakit lever, kanker dan diabetes Meksiko, Peru
7 Seduhan daun dan bunga yang berwarna putih Mengobati Diabetes Inggris

V.4 Berdasarkan penelitian

V.4.1 Aktivitas antibakteri
Ekstrak dari benzene dan bunga kering pada konsentrasi 5 % pada biakan agar aktif terhadap Proteus, Pseudomonas, Shigella, dan spesies Staphylococcus dan inaktif terhadap spesies Salmonella dan Shigella paradysentriae.
Ekstrak dari benzene dan daun pada konsentrasi 5 % pada biakan agar aktif terhadap Proteus, Pseudomonas, Salmonell, Shigella, dan spesies Staphylococcus.
Ekstrak dari etanol 70% dan daun kering pada biakan agar aktif terhadap Bacillus megaterium, Staphylococcus albus, dan inaktif terhadap spesies Bacillus cereus,dan Staphylococcus aureus.
Ekstrak dari etanol 95% dan akar segar pada biakan agar aktif terhadap Corynebacterium diphteriae, Diplococcus pneumoniae, dan Staphylococcus aureus serta beraktivitas lemah Salmonella paratiphy.

V.4.2 Aktivitas antimutagen
Ekstrak daun dan air panas aktif terhadap sel darah merah. Terdapat sejumlah reduksi mikronukleat polikromatik sel darah merah yang disebabkan oleh bermacam-macam mutagen.

V.4.3 Aktivitas antimitosis
Ekstrak dari etanol 70 % dan daun secara intraperiton diberikan kepada tikus betina memberi efek terhadap CA-Ehrlich ascites. Dosis diberikan selama 4 hari setiap 2, 4, 6 dan 24 jam. Vinkristin, vindesin dan vinblastin merupakan anti mitosis. Keduanya mengikat tubulin dan mencegah formasi mikrotubulus selain itu keduanya juga memblok mitosis saat metafase.
V.4.4 Aktivitas hipoglikemik
Ekstrak dari etanol dan daun secara intragastrik pada tikus dengan dosis 100 mg/kg mampu menurunkan konsentrasi serum glukosa sebesar 22,26 %. Aktivitas yang sama juga ditunjukkan pada pemberian ekstrak dari air panas dan 20 gm daun kering dengan dosis 200 ml/ hewan..
V.4.5 Aktivitas hipotensi
Total alkaloid dari akar yang diberikan sebanyak 0,10 gm/kg pada kelinci secara intravena memberikan aktivitas hipotensi. Total alkaloid dari akar yang diberikan sebanyak 5 mg/kg pada anjing secara intravena memberikan aktivitas hipotensi dengan penurunan tekanan darah sebesar 50-60 % selama dua jam.
V.4.6 Toksisitas
Walaupun berkhasiat dalam pengobatan, tapak dara memberikan efek samping. Alkaloid tapak dara mengakibatkan depresi tulang belakang terutama pada pembentukan leukosit dan trombosit. Pasien yang memanfaatkan alkaloid ini menunjukkan efek samping seperti kerontokan rambut, nausea, distensi abdominal dan konstipasi. Efek paling sering yaitu perineuritis. Alkaloid mengiritasi trombosit dan diberi secara intravena dapat menyebabkan tromboplebitis. Alkaloid juga dapat mengganggu system saraf pada ayam . pemberian secara intratekal dapat menimbulkan efek neurotoksik.
Vinblastin vinkristin, vinorelbin dan ajmalisin memiliki efek samping yang berbeda-beda. Vinblastin dan vinkristin menimbulkan efek periferal neurotoksik seperti mialgia, parestesia, kehilangan refleks tendon, depresi dan sakit kepala serta kesulitan bernapas. Efek lainnya meliputi alopesia, distres gastrointestinal (konstipasi) ulkus, amenorrhea, dan azoospermia. Karena Vinblastin memiliki efek leukopenik yang tinggi, maka harus berhati-hati memberikan dosis. Vinorelbin bersifat hematotoksik dan
ajmalisin merupakan α-adrenergik bloker spamolitik, yang pada dosis tinggi dapat mengurangi efek adrenalin dan mengatur aktivitas pusat vasomotor terutama pada batang otak. Aktivitas ini secara temporal dapat meningkatkan aliran darah ke otak.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Minyak Bumi

Membahas identifikasi minyak bumi tidak dapat lepas dari bahasan teori pembentukan minyak bumi dan kondisi pembentukannya yang membuat suatu minyak bumi menjadi spesifik dan tidak sama antara suatu minyak bumi dengan minyak bumi lainnya. Karena saya adalah seorang chemist, maka pendekatan yang saya lakukan lebih banyak kepada aspek kimianya daripada dari aspek geologi. Pemahaman tentang proses pembentukan minyak bumi akan diperlukan sebagai bahan pertimbangan untuk menginterpretasikan hasil identifikasi. Ada banyak hipotesa tentang terbentuknya minyak bumi yang dikemukakan oleh para ahli, beberapa diantaranya adalah :

  • Teori Biogenesis (Organik)
  • Macqiur (Perancis, 1758) merupakan orang yang pertama kali mengemukakan pendapat bahwa minyak bumi berasal dari tumbuh-tumbuhan. Kemudian M.W. Lamanosow (Rusia, 1763) juga mengemukakan hal yang sama. Pendapat di atas juga didukung oleh sarjana lainnya seperti, New Beery (1859), Engler (1909), Bruk (1936), Bearl (1938) dan Hofer. Mereka menyatakan bahwa: “minyak dan gas bumi berasal dari organisme laut yang telah mati berjuta-juta tahun yang lalu dan membentuk sebuah lapisan dalam perut bumi.”

    2. Teori Abiogenesis (Anorganik)

    Dari sekian banyak hipotesa tersebut yang sering dikemukakan adalah Teori Biogenesis, karena lebih bisa. Teori pembentukan minyak bumi terus berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi dan teknik analisis minyak bumi, sampai kemudian pada tahun 1984 G. D. Hobson dalam tulisannya yang berjudul The Occurrence and Origin of Oil and Gas menyatakan bahwa : “The type of oil is dependent on the position in the depositional basin, and that the oils become lighter in going basinward in any horizon. It certainly seems likely that the depositional environment would determine the type of oi formed and could exert an influence on the character of the oil for a long time, even thought there is evolution” 2).

    Berdasarkan teori Biogenesis, minyak bumi terbentuk karena adanya kebocoran kecil yang permanen dalam siklus karbon. Siklus karbon ini terjadi antara atmosfir dengan permukaan bumi, yang digambarkan dengan dua panah dengan arah yang berlawanan, dimana karbon diangkut dalam bentuk karbon dioksida (CO2). Pada arah pertama, karbon dioksida di atmosfir berasimilasi, artinya CO2 diekstrak dari atmosfir oleh organisme fotosintetik darat dan laut. Pada arah yang kedua CO2 dibebaskan kembali ke atmosfir melalui respirasi makhluk hidup (tumbuhan, hewan dan mikroorganisme).

    Dalam proses ini, terjadi kebocoran kecil yang memungkinkan satu bagian kecil karbon yang tidak dibebaskan kembali ke atmosfir dalam bentuk CO2, tetapi mengalami transformasi yang akhir-nya menjadi fosil yang dapat terbakar. Bahan bakar fosil ini jumlahnya hanya kecil sekali. Bahan organik yang mengalami oksidasi selama pemendaman. Akibatnya, bagian utama dari karbon organik dalam bentuk karbonat menjadi sangat kecil jumlahnya dalam batuan sedimen.

    Pada mulanya senyawa tersebut (seperti karbohidrat, protein dan lemak) diproduksi oleh makhluk hidup sesuai dengan kebutuhannya, seperti untuk mempertahankan diri, untuk berkembang biak atau sebagai komponen fisik dan makhluk hidup itu. Komponen yang dimaksud dapat berupa konstituen sel, membran, pigmen, lemak, gula atau protein dari tumbuh-tumbuhan, cendawan, jamur, protozoa, bakteri, invertebrata ataupun binatang berdarah dingin dan panas, sehingga dapat ditemukan di udara, pada permukaan, dalam air atau dalam tanah.

    Apabila makhluk hidup tersebut mati, maka 99,9 % senyawa karbon dan makhluk hidup akan kembali mengalami siklus sebagal rantai makanan, sedangkan sisanya 0,1 % senyawa karbon terjebak dalam tanah dan dalam sedimen. Inilah yang merupakan cikal bakal senyawa-senyawa fosil atau dikenal juga sebagai embrio minyak bumi. Embrio ini mengalami perpindahan dan akan menumpuk di salah satu tempat yang kemungkinan menjadi reservoar dan ada yang hanyut bersama aliran air sehingga menumpuk di bawah dasar laut, dan ada juga karena perbedaan tekanan di bawah laut muncul ke permukaan lalu menumpuk di permukaan dan ada pula yang terendapkan di permukaan laut dalam yang arusnya kecil.

    Embrio kecil ini menumpuk dalam kondisi lingkungan lembab, gelap dan berbau tidak sedap di antara mineral-mineral dan sedimen, lalu membentuk molekul besar yang dikenal dengan geopolimer. Senyawa-senyawa organik yang terpendam ini akan tetap dengan karakter masing-masing yang spesifik sesuai dengan bahan dan lingkungan pembentukannya. Selanjutnya senyawa organik ini akan mengalami proses geologi dalam perut bumi. Pertama akan mengalami proses diagenesis, dimana senyawa organik dan makhluk hidup sudah merupakan senyawa mati dan terkubur sampai 600 meter saja di bawah permukaan dan lingkungan bersuhu di bawah 50°C.Barthelot (1866) mengemukakan bahwa di dalam minyak bumi terdapat logam alkali, yang dalam keadaan bebas dengan temperatur tinggi akan bersentuhan dengan CO2 membentuk asitilena. Kemudian Mandeleyev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi terbentuk akibat adanya pengaruh kerja uap pada karbida-karbida logam dalam bumi. Yang lebih ekstrim lagi adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi mulai terbentuk sejak zaman prasejarah, jauh sebelum bumi terbentuk dan bersamaan dengan proses terbentuknya bumi. Pernyataan tersebut berdasarkan fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfir beberapa planet lain 2).

    Pada kondisi ini senyawa-senyawa organik yang berasal dan makhluk hidup mulai kehilangan gugus beroksigen akibat reaksi dekarboksilasi dan dehidratasi. Semakin dalam pemendaman terjadi, semakin panas lingkungannya, penam-bahan kedalaman 30 – 40 m akan menaik-kan temperatur 1°C. Di kedalaman lebih dan 600 m sampai 3000 m, suhu pemendaman akan berkisar antara 50 – 150 °C, proses geologi kedua yang disebut katagenesis akan berlangsung, maka geopolimer yang terpendam mulal terurai akibat panas bumi.

    Komponen-komponen minyak bumi pada proses ini mulai terbentuk dan senyawa–senyawa karakteristik yang berasal dan makhluk hidup tertentu kembali dibebaskan dari molekul. Bila kedalaman terus berlanjut ke arah pusat bumi, temperatur semakin naik, dan jika kedalaman melebihi 3000 m dan suhu di atas 150°C, maka bahan-bahan organik dapat terurai menjadi gas bermolekul kecil, dan proses ini disebut metagenesis.

    Rantai Hidrokarbon Minyak Bumi

    Seperti kita kitahui dalam Kimia Organik bahwa senyawa hidrokarbon, terutama  yang parafinik dan aromatik, mempunyai trayek didih masing-masing, dimana panjang rantai hidrokarbon berbanding lurus dengan titik didih dan densitasnya. Semakin panjang rantai hidrokarbon maka trayek didih dan densitasnya semakin besar. Nah, sifat fisika inilah yang kemudian menjadi dasar dalam Proses Primer.

    Jumlah atom karbon dalam rantai hidrokarbon bervariasi. Untuk dapat dipergunakan sebagai bahan bakar maka dikelompokkan menjadi beberapa fraksi atau tingkatan dengan urutan sederhana sebagai berikut :

     

    Fraksi fraksi

    Orang Amerika menggunakan 360 juta

    Benzena

    , juga dikenal dengan nama Petrol (biasa disebut gasoline di

  • Gas
  •  


    Rentang rantai karbon : C1 sampai C5
    Trayek didih : 0 sampai 50°C Peruntukan : Gas tabung, BBG, umpan proses petrokomia.

  • Gasolin (Bensin)
  •  

     


  • Kerosin (Minyak Tanah)
  •  


    Rentang rantai karbon : C12 sampai C20
    Trayek didih : 85 sampai 105°C
    Peruntukan : Bahan bakar motor, bahan bakar penerbangan bermesin jet, bahan bakar rumah tangga, bahan bakar industri, umpan proses petrokimia

  • Solar

  • Rentang rantai karbon : C21 sampai C30
    Trayek didih : 105 sampai 135°C
    Peruntukan : Bahan bakar motor, bahan bakar industri

  • Minyak Berat
  •  


  • Residu

  • Rentang rantai karbon diatas C40
    Trayek didih diatas 300°C
    Peruntukan : Bahan bakar boiler (mesin pembangkit uap panas), aspal, bahan pelapis anti bocor.
    Amerika Serikat dan Kanada; di Indonesia biasa disebut bensin) adalah cairan campuran yang berasal dari petroleum sebagaian besar terdiri dari hidrokarbon, digunakan sebagai bahan bakar dalam mesin pembakaran dalam. Istilah gasoline banyak digunakan dalam industri minyak, bahkan dalam perusahaan bukan Amerika. Kadangkala istilah mogas (kependekan dari motor gasoline, digunakan mobil) digunakan untuk membedakannya dengan avgas, gasoline yang digunakan oleh pesawat terbang ringan.galon (1,36 milyar liter) gasoline setiap hari.C6H6PhHsenyawa kimia organik yang merupakan cairan tak berwarna dan mudah terbakar serta mempunyai bau yang manis. Benzena adalah sejenis karsinogen. Benzena adalah salah satu komponen dalam bensin dan merupakan pelarut yang penting dalam dunia industri. Benzena juga adalah bahan dasar dalam produksi obat-obatan, plastik, bensin, karet buatan, dan pewarna. Selain itu, benzena adalah kandungan alami dalam minyak bumi, namun biasanya diperoleh dari senyawa lainnya yang terdapat dalam minyak bumi. Benzena ditemukan pada tahun 1825 oleh seorang ilmuwan Inggris, Michael Faraday, yang mengisolasikannya dari gas minyak dan menamakannya bikarburet dari hidrogen. Pada tahun 1833, kimiawan Jerman, Eilhard Mitscherlich menghasilkan benzena melalui distilasi asam benzoik (dari benzoin karet/gum benzoin) dan kapur. Mitscherlich memberinya nama benzin. Pada tahun 1845, kimiawan Inggris, Charles Mansfield, yang sedang bekerja di bawah August Wilhelm von Hofmann, mengisolasikan benzena dari tir (coal tar). Empat tahun kemudian, Mansfield memulai produksi benzena berskala besar pertama menggunakan metode tir tersebut.

    Sudah sejak 3000 SM

    Aspal bukan material baru dalam sejarah manusia. Dalam catatan sejarah, orang Sumeria (3000 SM) sudah menggunakannya untuk perekat batu perhiasan, kerang atau mutiara. Selain itu, orang zaman dulu menggunakannya pula untuk mengawetkan mayat, waterproofing (antirembes/bocor) di kapal misalnya, dan juga untuk menggantikan fungsi semen di bangunan. Aspal digunakan untuk melapisi permukaan jalan mulai tahun 1830-an. Sementara aspal hot mix mulai dikenal tahun 1900.

    Aspal didapat sebagai bahan alami, seperti yang ada di Buton. Di Buton terdapat cadangan sekitar 650 juta ton dengan kadar 10-40 persen, dan uniknya hanya sekitar 1,5 meter di bawah permukaan tanah. Bandingkan dengan kadar aspal alam yang diolah di Amerika Serikat yang hanya 12-15 persen dan Perancis (Danau Trinidad) dengan kadar aspal hanya 6-10 persen dan terletak ratusan meter di bawah permukaan tanah. Namun, secara global, hampir semua aspal kini berasal dari bottom of barrel, intip, atau sisa-sisa penyulingan minyak.

    Kimia aspal

    Aspal merupakan bahan yang sangat kompleks dan secara kimia belum dikarakterisasi dengan baik. Kandungan utama aspal adalah senyawa karbon jenuh dan tak jenuh, alifatik dan aromatik yang mempunyai atom karbon sampai 150 per molekul. Atom-atom selain hidrogen dan karbon yang juga menyusun aspal adalah nitrogen, oksigen, belerang, dan beberapa atom lain. Secara kuantitatif, biasanya 80 persen massa aspal adalah karbon, 10 persennya hidrogen, 6 persen belerang, dan sisanya oksigen dan nitrogen, serta sejumlah renik besi, nikel, dan vanadium. Massa molekul aspal bervariasi, dari beberapa ratus sampai beberapa ribu. Senyawa-senyawa ini sering dikelaskan atas aspalten (yang massa molekulnya kecil) dan malten (yang massa molekulnya besar). Biasanya aspal mengandung 5 sampai 25 persen aspalten. Sebagian besar senyawa di aspal adalah senyawa polar.

    Akibat kepolaran molekul dalam aspal, molekul satu dengan lainnya dapat membentuk jejaring atau kluster seperti polimer dengan massa sampai ratusan ribu. Adhesi antara aspal dan batu agregatnya juga sangat bergantung dari kepolaran molekul-molekul dalam aspal. Polimer yang terbentuk dalam aspal adalah polimer yang termoplastik, yakni melunak ketika dipanaskan dan mengeras kembali setelah didinginkan. Sifat ini yang dimanfaatkan dalam pembuatan hot mix. Pada rentang suhu tertentu aspal dapat bersifat viskoelastik, artinya menunjukkan sifat seperti cairan kental dan dapat dengan mudah berubah bentuk. Mungkin Anda pernah lihat di beberapa bagian jalan ada yang bergelombang setelah hari yang sangat panas, jalan aspal dilalui kendaraan berat.

    ”Hot mix”

    Pada rentang suhu 85 dan 150 derajat Celcius, aspal cukup encer dan dapat berperilaku seolah pelumas di antara kerikil atau agregat dalam campuran hot mix. Jadi, adonan atau campuran aspal panas dan kerikil atau agregat dibuat pada rentang suhu ini. Campuran ini segera dituangkan ke permukaan jalan yang hendak dilapisi untuk selanjutnya dipadatkan. Pemadatan harus diselesaikan sebelum aspal mendingin di bawah 85 derajat C.

    Pemadatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kontak antaragregat dan aspal, mengoptimumkan lubang-lubang udara dalam badan jalan, dan memuluskan permukaan jalan. Peningkatan kontak antaragregat dan aspal akan meningkatkan kestabilan dan kekuatan badan jalan. Lubang udara dalam badan jalan harus optimum: karena kalau terlalu banyak lubang udara akan menyediakan tempat merembesnya air dan mengurangi kekuatan ikatan, sementara kalau tidak ada lubang udara sama sekali jalan akan mudah pecah akibat sukarnya badan jalan memuai.

    Aditif aspal

    Pada aspal dapat ditambahkan beberapa aditif untuk berbagai keperluan. Misalnya dapat ditambahkan aditif untuk meningkatkan kekerasan dan kekuatan untuk jalan yang sering dilalui kendaraan berat, meningkatkan viskositas saat pengolahannya, dan sebagainya. Polimer karet yang ada di ban-ban bekas kendaraan telah digunakan juga sebagai aditif untuk meningkatkan kekuatan ikatan aspal dengan agregat. Ini berarti sekaligus juga memecahkan masalah lingkungan, ban bekas tidak dibakar percuma. Berkaitan dengan isu lingkungan juga, beberapa negara sudah menjalankan daur ulang aspal, jalan aspal yang rusak tidak ditambal dengan aspal baru tapi dengan daur ulang aspal yang ada.

    Terakhir, kekuatan jalan aspal bergantung pada kandungan aspal, jenis agregat, cara pembuatan jalan, dan tentu saja volume lalu lintas. Setiap jalan sudah didesain untuk dilalui kendaraan dengan berat tertentu. Nah, dengar-dengar, rusaknya jalan salah satunya disebabkan ketidakpatuhan pengemudi dalam membebani jalan. Ketidakpatuhan satu-dua orang jadinya bikin repot banyak orang kan.

    Pecahan-pecahan Petroleum Dan Kegunaannya.


    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    Gas Bumi

    Yang dimaksudkan dengan gas bumi ialah gas-gas hidrokarbon yang keluar dari bumi, terdiri dari campuran gas-gas: metana (C2H6), etana (C2H6) , propana (C3H8), butana (C4H10) selain juga gas-gas yang mengandung sulfur (belerang). Gas alam juga merupakan sumber utama untuk sumber gas helium. Ada dua jenis sumber gas bumi, yaitu:

    1. Sumber yang hanya menghasilkam gas saja dinamakan gas kering.
    2. Sumber yang menghasilkan minyak bumi yang mengandung gas. Gas yang terpisah dari minyak akibat pengurangan tekanan disebut gas basah (casing head gas).

    Komponen utama dalam gas alam adalah metana (CH4), yang merupakan molekul hidrokarbon rantai terpendek dan teringan. Metana adalah gas rumah kaca yang dapat menciptakan pemanasan global ketika terlepas ke atmosfer, dan umumnya dianggap sebagai polutan ketimbang sumber energi yang berguna. Meskipun begitu, metana di atmosfer bereaksi dengan ozon, memproduksi karbon dioksida dan air, sehingga efek rumah kaca dari metana yang terlepas ke udara relatif hanya berlangsung sesaat. Sumber metana yang berasal dari makhluk hidup kebanyakan berasal dari rayap, ternak (mamalia) dan pertanian (diperkirakan kadar emisinya sekitar 15, 75 dan 100 juta ton per tahun secara berturut-turut).



    Nitrogen, helium, karbon dioksida (CO2), hidrogen sulfida (H2S), dan air dapat juga terkandung di dalam gas alam. Merkuri dapat juga terkandung dalam jumlah kecil. Komposisi gas alam bervariasi sesuai dengan sumber ladang gasnya.

    Gas alam dapat berbahaya karena sifatnya yang sangat mudah terbakar dan menimbulkan ledakan. Gas alam lebih ringan dari udara, sehingga cenderung mudah tersebar di atmosfer. Akan tetapi bila ia berada dalam ruang tertutup, seperti dalam rumah, konsentrasi gas dapat mencapai titik campuran yang mudah meledak, yang jika tersulut api, dapat menyebabkan ledakan yang dapat menghancurkan bangunan. Kandungan metana yang berbahaya di udara adalah antara 5% hingga 15%.

    Pembentukan Gas Bumi

    Menurut teori organik, minyak dan gas bumi sebagai senyawa hidrokarbon terbentuk sebagai hasil proses kimiawi alam (pemanasan, tekanan, dan waktu yang lama) dari organik-organik sisa-sisa kehidupan (material organik) yang berupa algae/ganggang yang semula hidup di kedalaman laut/danau dan selanjutnya terendapkan dalam lapisan kulit bumi berupa batuan yang berukuran halus(shale).



    Setelah terendapkan, material organik tersebut berubah secara alamiah di alam menjadi mineral hidrokarbon karena adanya tiga faktor yaitu tekanan, temperatur yang tinggi (suhu minimal 200 farenhait) dan dalam waktu yang lama (6 juta tahun).

    Dari material organik yang dikandung shale hanya 30% yang dapat terubah menjadi minyak dan gas bumi. Dan yang perlu diingat adalah, Minyak dan Gas Bumi tidak dapat kita temukan di tempat dimana ia terbentuk.
    Adapun syarat-syarat agar minyak dan gas bumi yang terbentuk dapat tersimpan dalam bumi untuk kemudian ditemukan oleh manusia adalah:

    1. Terdapatnya batuan induk (source rock), yaitu batuan sediment yang mengandung material organik.

    2. Adanya migrasi, yaitu proses berpindahnya minyak dan gas bumi yang terbentuk di source rock menuju lapisan reservoir.

    3. Adanya batuan reservoir yang merupakan batuan sedimen berpori sehingga minyak dan gas bumi dapat tersimpan di sana.

    4. Adanya perangkap minyak dan gas bumi atau yang biasanya disebut oil trap yaitu bentukan yang menyebabkan minyak dan gas bumi terperangkap didalamnya.

    5. Terdapatnya batuan penutup yang merupakan batuan sedimen kedap air yang menyebabkan minyak dan gas bumi tidak bisa keluar lagi sampai saatnya ditemukan oleh manusia.

    Pemanfaatan Gas Bumi

    Gas kering yang dihasilkan indonesia dicairkan dan diekspor sebagai LNG (Liquefied Natural Gas). Gas bumi dapat digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga, tetapi sebagian dasar dalam industri diolah lagi menjadi zat-zat lain seperti karbon hitam, iso-oktana, formaldehida, dan lain-lain. Dari gas basah dipisahkan propana dan butana dan masing-masing dicairkan lalu dikemas dalam botol-botol dari baja yang beratnya kira-kira 15kg.

    Propana digunakan untuk keperluan industri, sedangkan butana cair diperdagangkan sebagai LPG (liquefied Petroleum Gas) yang digunakan dalam rumah tangga.

    Secara garis besarnya pemanfaatan gas alam dibagi atas 3 kelompok yaitu :

    1. Gas alam sebagai bahan bakar, antara lain sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Gas/Uap, bahan bakar industri ringan, menengah dan berat, bahan bakar kendaraan bermotor (BBG/NGV), sebagai gas kota untuk kebutuhan rumah tangga hotel, restoran dan sebagainya.
    2. Gas alam sebagai bahan baku, antara lain bahan baku pabrik pupuk, petrokimia, metanol, bahan baku plastik (LDPE = low density polyethylene, LLDPE = linear low density polyethylene, HDPE = high density polyethylen, PE= poly ethylene, PVC=poly vinyl chloride, C3 dan C4-nya untuk LPG, CO2-nya untuk soft drink, dry ice pengawet makanan, hujan buatan, industri besi tuang, pengelasan dan bahan pemadam api ringan.
    3. Gas alam sebagai komoditas energi untuk ekspor, yakni Liquefied Natural Gas (LNG).

    PRINSIP PEMROSESAN GAS BUMI

    Penggunaan utama gas alam adalah sebagai bahan bakar (fuel) dan bahan baku industri petrokimia (feedstock) semisal dalam industri pupuk. Ada tiga prinsip dalam pemrosesan gas alam :

    a. Purifikasi (pemurnian)

    b. Separasi (pemisahan)

    c. Liquefaction (pencairan

    Zat Pengotor

    Sejumlah zat pengotor dalam konsentrasi yang cukup tinggi bisa menurunkan kualitas produk dan menimbulkan permasalahan lingkungan. Komponen –komponen tersebut antara lain :

    Ø Hidrogen

    Meski jarang sekali ada dalam konsentrasi yang besar, hidrogen tetap harus dihilangkan sehingga konsentrasinya menjadi serendah mungkin

    Ø Oksigen

    Konsentrasi maksimum oksigen yang diperbolehkan adalah 1.0 % volume pada sales gas. Jika konsentrasi oksigen mencapai level 50 ppmv maka akan menimbulkan beberapa permasalahan sebagai berikut : menyebabkan korosi perpipaan dengan adanya air, bila bereaksi dengan amina pada proses gas treating akan membentuk garam yang stabil, bila bereaksi dengan glikol akan membentuk senyawa asam yang korosif, berekasi dengan hirokarbon selama proses high temperature regeneration akan membentuk air, yang akan mengurangi efektivitas dari proses ini, pada konsentrasi yang rendah, oksigen bisa dihilangkan dengan nonregenerative scavengers. Untuk konsentrasi yang lebih tinggi bisa digunakan metode katalitik.

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    'Liga Inggris Prioritas Utama Chelsea'

    Monday, 11 January 2010 21:52

    BeritaBola.com: London - Chelsea memang belum pernah sekalipun menjuarai pentas Liga Champions. Meski berhasrat kuat untuk memenanginya, Frank Lampard bersikeras juara Premier League masih menjadi prioritas utama timnya.

    Kenangan manis dengan menjadi finalis Liga Champions 2007/08 bisa jadi motivator Chelsea untuk kembali ke tahta tertinggi sepakbola Eropa, walaupun ketika itu mereka dikalahkan Manchester United.

    Rekam jejak Chelsea di ajang Liga Champions musim ini tergolong memuaskan. Berada di grup D bersama Porto, Atletico Madrid dan APOEL Nicosia, skuad Carlo Ancelotti keluar sebagai juara grup dengan nol kekalahan.

    Di babak 16 besar, Chelsea akan ditantang Inter Milan. Apabila mampu melampaui fase knock out itu, jalan menuju babak final semakin terbuka.

    Meski merasakan dahaga gelar Eropa, hal itu tidak sepenuhnya menghapus kelaparan The Blues pada gelar Premier League. Pasalnya, sejak meraja pada 2005 dan 2006 hingga kini Chelsea belum juga dapat mengangkat trofi Liga Inggris.

    "Liga Champions tentu saja adalah sesuatu yang saya ingin menangi setidaknya satu kali dalam karir saya. Tapi bagi saya liga adalah hal yang membutuhkan konsistensi seperti yang kami tunjukkan beberapa tahun lalu," ujar Lampard seperti dikutip ESPN Star.

    Soal konsistensi, gelandang 31 tahun ini menyebut hal yang sama sebagai salah satu faktor pentung untuk menjuarai Liga Champions. "Kami dominan dalam dua tahun terakhir, namun Manchester United bermain fantastis dalam tiga tahun. Ada perasaan dalam diri para pemain bahwa kami ingin berada selangkah lebih jauh dan mendapatkan konsistensi di liga, baru kemudian ke Liga Champions."

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS
    Diberdayakan oleh Blogger.

    Followers

    Chelsea FC